Hujan Lebat, Sebabkan Banjir dan Angin Kencang di 7 Kecamatan
KLATEN - Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur beberapa wilayah Kabupaten Klaten pada hari Senin (12/01/2026) sebabkan banjir luapan dan pohon tumbang di 7 Kecamatan. Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyampaikan laporan sementara Kecamatan yang terdampak tersebut.
Hingga Selasa (13/01/2026) pukul 07.30 WIB, terdapat Tujuh Kecamatan terdampak angin kencang dan banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.
Tingginya curah hujan di kecamatan Delanggu. Desa Banaran menjadi desa yang terdampak dengan terjadi banjir luapan Sungai Jabang Bayi merendam 3 Rumah (3 KK) dengan ketinggian air 40 - 100 cm, sehingga 3 KK tersebut mengungsi ke rumah salah satu warga.
Sementara di Kecamatan Juwiring, intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan air setinggi 20-60 cm di areal permukiman, jalan, dan dua Satuan Pendidikan (SDN 1 Jetis dan TK Pertiwi) di desa Jetis. tidak ada korban jiwa dan warga yang mengungsi.
Selain Juwiring, akibat tingginya curah hujan di wilayah kecamatan Karangdowo, desa Kupang terjadi luapan air ke areal pemukiman dan jalan dengan ketinggian air 50-60 cm akibat Sungai Gawe di desa tersebut tidak bisa menampung debit air.
Akibat intensitas hujan tinggi di kecamatan Prambanan, Wedi, Gantiwarno, dan Trucuk juga menyebabkan pohon tumbang menimpa Jaringan listrik, kabel Wifi, dan menutup akses jalan. Tidak ada pengungsian maupun korban jiwa dalam hal bencana tersebut.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Kabupaten Klaten melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak.
BPBD menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh hujan deras. Warga juga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat agar segera tertangani.



What's Your Reaction?




