Pelatihan Pertolongan Pertama bagi Relawan Wanita, Kader PKK Desa se-Kecamatan Kebonarum
KLATEN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama bagi relawan wanita, anggota Wanita Tani, dan kader PKK desa di Kecamatan Kebonarum pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan bencana di lingkungan sekitar.
Selain pertolongan pertama, peserta juga mendapatkan materi tentang perawatan keluarga (PK) yang mencakup tindakan preventif dan perawatan dasar untuk anggota keluarga yang sakit atau mengalami cedera ringan. Materi eco enzyme diperkenalkan sebagai solusi sederhana untuk pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan sekitar. Sesi tentang kesiapsiagaan bencana membekali peserta dengan langkah-langkah praktis dalam menyusun rencana evakuasi keluarga, menyiapkan tas darurat, serta mengenali tanda-tanda bahaya di lingkungan rumah seperti potensi kebakaran atau kebocoran gas.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode kombinasi teori dan praktik. Pada sesi praktik, peserta berlatih teknik penanganan luka, pembalutan, tindakan pertolongan pada korban tersedak, serta simulasi evakuasi sederhana. Instruktur memberikan umpan balik langsung sehingga peserta dapat memperbaiki teknik dan memahami alasan di balik setiap langkah tindakan. Latihan simulasi kebakaran rumah dan penanganan ledakan kompor gas menjadi momen penting yang menumbuhkan kesadaran akan bahaya sehari-hari yang sering diremehkan.
Ketua PMI Kabupaten Klaten menyampaikan harapan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan ditularkan kepada keluarga serta tetangga di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pembentukan keluarga dan masyarakat yang tangguh bukan hanya menjadi slogan, melainkan nyata dalam bentuk kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kader PKK dan anggota Wanita Tani yang aktif di komunitas memiliki posisi strategis untuk menyebarluaskan pengetahuan ini melalui pertemuan rutin, posyandu, dan kegiatan kelompok tani.
Selain aspek teknis, pelatihan juga menumbuhkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Peserta saling berbagi pengalaman dan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan keluarga, serta berdiskusi tentang cara-cara sederhana untuk meningkatkan keselamatan di rumah. Interaksi ini memperkuat jejaring sosial lokal yang sangat berguna saat terjadi bencana, ketika koordinasi cepat dan saling bantu menjadi kunci penyelamatan.
Ke depan, PMI Kabupaten Klaten berencana mengadakan pelatihan lanjutan dan memperluas jangkauan program ke kecamatan lain. Rencana ini mencakup pelatihan khusus untuk penanganan trauma psikologis pasca bencana, pelatihan penggunaan alat pemadam kebakaran sederhana, serta pembentukan kelompok relawan tanggap bencana di tingkat desa. Dukungan dari pemerintah kecamatan dan organisasi masyarakat menjadi faktor penentu keberlanjutan program ini.
Pelatihan Pertolongan Pertama di Kebonarum menunjukkan bahwa investasi pada kapasitas lokal memberikan hasil nyata masyarakat lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih mampu melindungi diri serta orang-orang di sekitarnya. Dengan terus meningkatkan keterampilan dasar seperti pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana, Klaten bergerak menuju komunitas yang lebih tangguh dan berdaya dalam menghadapi tantangan kedaruratan.

What's Your Reaction?




