Respon Kebakaran Sampah TPA Troketon, Kecamatan Pedan
KLATEN - Kebakaran area TPA Troketon dengan luas 1.000 M² area terbakar. Titik kebakaran berada pada timbunan sampah dengan ketinggian kurang lebih 10 meter yang memiliki kontur berpola terasering. Akibat kebakaran tersebut, asap tebal menyebar ke wilayah sekitar dan menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Adapun wilayah yang terdampak gangguan asap kebakaran meliputi:
1. Desa Troketon
a. Dukuh Badran
Pada siang hari asap bergerak ke arah selatan menuju Dukuh Badran hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu arah angin berubah sehingga asap bergeser ke arah utara menuju Dukuh Blasinan dan Dukuh Pereng, kemudian bergerak ke arah timur menuju Dukuh Pengkol. Dampak asap terberat terjadi di Dukuh Pengkol RT 22–24 dan Dukuh Blasinan RT 20.
2. Desa Kaligawe
a. Dukuh Blasinan (RT 18, RT 19, dan RT 20 RW 07)
Sejak siang hari hingga proses asesmen berlangsung, wilayah ini masih terdampak asap karena titik api di TPA masih menyala. Kepulan asap paling pekat terjadi pada pukul 14.00–17.00 WIB. Meskipun jarak pandang masih tergolong normal, warga mengeluhkan bau asap yang sangat menyengat. Hingga saat pendataan dilakukan belum terdapat laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Jumlah penduduk terdampak:
RT 18: 17 KK (±68 jiwa)
RT 19: 20 KK (±80 jiwa)
RT 20: 36 KK (±144 jiwa)
Sumber informasi: Ketua RT 20, Bapak Amat.
b. Dukuh Pengkol (RT 21, RT 22, RT 23 RW 08 serta RT 24, RT 25, RT 26 RW 09)
Sejak awal kejadian hingga proses asesmen berlangsung, kondisi udara di Dukuh Pengkol dipenuhi asap pekat akibat arah angin yang bergerak ke timur. Warga mengeluhkan bau asap yang menyengat, namun hingga saat pendataan belum terdapat laporan warga yang mengalami sesak napas maupun gangguan kesehatan lainnya. Wilayah yang terdampak paling berat adalah RT 22 dan RT 23 karena memiliki kontur tanah yang lebih rendah sehingga asap cenderung berkumpul.
Jumlah penduduk terdampak:
RT 21–RT 25: sekitar 160 jiwa pada masing-masing RT.
RT 26: sekitar 300 jiwa.
c. Dukuh Pereng (RT 18 dan RT 19 RW 07)
Asap mulai terlihat sekitar pukul 12.00–13.00 WIB dan mulai memasuki kawasan permukiman sekitar pukul 14.00 WIB. Pada saat kejadian asap berwarna hitam pekat, namun jarak pandang masih dalam kondisi normal. Asap mulai berkurang sekitar pukul 17.00 WIB, meskipun bau asap masih tercium hingga malam hari. Hingga saat pendataan dilakukan belum terdapat laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Jumlah penduduk terdampak:
RT 18: 20 KK (±68 jiwa)
RT 19: 20 KK (±65 jiwa)
Sumber informasi: Ketua RT 19, Bapak Mukri.
d. Dukuh Kaligawe (RT 15, RT 16, dan RT 17 RW 06)
Asap mulai memasuki wilayah permukiman sekitar pukul 17.00– 18.30 WIB akibat perubahan arah angin menuju dukuh tersebut. Kondisi lingkungan tampak lebih gelap akibat kepulan asap, namun jarak pandang masih dalam kondisi aman. Hingga saat pendataan dilakukan belum terdapat laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan. Keluhan masyarakat didominasi oleh bau asap yang menyengat.
Jumlah penduduk terdampak:
Sekitar 150 KK, sedangkan jumlah jiwa masih dalam proses pendataan.
Sumber informasi: Warga setempat.
3. Desa Kalangan
a. Dukuh Klampisan (RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 06)
Asap mulai memasuki wilayah sejak siang hari hingga menjelang Magrib dengan pola sebaran yang serupa dengan Dukuh Pengkol. Kondisi lingkungan tampak lebih gelap akibat kepulan asap, namun jarak pandang masih tergolong normal. Warga mengeluhkan bau asap yang menyengat, namun hingga saat pendataan belum terdapat laporan gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Jumlah penduduk terdampak:
RT 01: 70 KK
RT 02: 70 KK
RT 03: 70 KK
Total penduduk diperkirakan sekitar 600 jiwa.
Sumber informasi: Ketua RT 03, Bapak Japar.
Api berhasil dipadamkan pada hari Minggu, 02 Agustus 2026. Pukul 04.00 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut serta lokasi telah dinyatakan aman oleh petugas
Kami menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di tempat tinggal, lingkungan anda, maupun tempat usaha. Mengingat bertambahnya volume sampah yang menumpuk, hindari membakar sampah secara sembarangan, hindari membuang puntung rokok yang masih ada baranya. Waspadalah jika melakukan pembakaran sampah, jauhkan nyala api dari dedaunan kering dan kayu atau bahan yang mudah terbakar, selalu awasi hingga api padam.
Mari kita bersama sama agar bencana Kebakaran Lahan tidak terulang kembali tentunya peran serta masyarakat sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran lahan.
Jika terjadi situasi darurat, segera menghubungi 081330012117 (WA). Posko BPBD Kabupaten Klaten di Jl Andalas No 3 Semangkak Klaten Tengah, Pelayanan GRATIS tanpa dipungut biaya apapun. BPBD Kabupaten Klaten siaga 24 jam untuk Anda.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan



What's Your Reaction?




